Pengertian Peta

Apakah peta itu?

Menurut BAKOSURTANAL:

Peta adalah suatu gambaran dari unsur-unsur alam dan atau buatan manusia, yang berada di atas maupun di bawah permukaan bumi yang digambarkan pada suatu bidang datar dengan skala tertentu. Beberapa jenis peta secara umum dapat dikategorikan menjadi 2 (dua) yaitu :

a. Peta Rupabumi:

peta yang menampilkan sebagian unsur-unsur buatan manusia (kota, jalan, struktur bangunan lain) serta unsur alam (sungai, danau, gunung, dsb) pada bidang datar dengan skala dan proyeksi tertentu. Peta Rupabumi dalam istilah asingnya sering disebut sebagai Topographic Map.

b. Peta Tematik:

peta yang menyajikan tema tertentu dan untuk kepentingan tertentu (land status, penduduk, transportasi dll.) dengan menggunakan peta rupabumi yang telah disederhanakan sebagai dasar untuk meletakkan informasi tematiknya.

Menurut James S. Aber:

Suatu Peta merupakan penggambaran secara grafis atau bentuk skala (perbandingan) dari konsep mengenai bumi. Hal ini berarti bahwa peta merupakan alat untuk menyampaikan informasi mengenai ilmu bumi. Peta merupakan media yang universal untuk komunikasi sehingga dapat mudah dipahami dan dimengerti oleh setiap orang dengan mengabaikan budaya dan bahasa.   Peta adalah alat yang digunakan oleh ilmuwan mencurahkan ide-ide dan menyampaikannya untuk generasi masa depan.

Menurut Merriam:

Sebuah peta merupakan kumpulan gagasan, penggambaran tunggal, konsep-konsep mengenai ilmu bumi yang secara terus menerus mengalami perubahan

dari pendapat para ahli di atas timbul pertanyaan;

“apakah replika gunung Everest yang dibuat anak-anak teknik dalam ukuran yang diperkecil (dengan skala) bisa disebut peta?” menurut BAKOSURTANAL pasti tidak, karena peta seharusnya digambar dalam bidang datar, tapi menurut James S. Alber bisa jadi itu adalah peta karena peta merupakan penggambaran secara grafis atau bentuk skala (perbandingan). Alber tidak melihat peta dari segi dimensinya

dan menurut saya;

Peta adalah gambaran bentuk bumi dan ataupun isinya serta informasi lainnya yang digambar dengan menggunakan perbandingan ukuran tertentu.

dengan memasukan pemikiran yang mengacu kepada pemahaman Meriam mengenai peta dan tidak mengacuhkan kedua penulis lainnya. timbul pemikiran bahwa kita bisa menyebut replika gunung everest itu adalah peta 3 dimensi. garis, poligon, dan titik dalam satu kesatuan baik itu berbentuk raster atau vektor di dalam layout sebuah program GIS berbentuk digital bisa juga disebut peta, bisa diperbesar melebihi ukuran sebenarnya. ataupun suat saat nanti ketika jaman semakin cangih, peta kota manado dengan menggunakan suatu alat tertentu ditampilkan di langit sehingga semua orang Indonesia dimanapun berada bisa melihatnya… hehehehe ngaur g ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: